Ini adalah proses yang panjang untuk kami bertiga
mengerjakan tugas kelompok Mata Kuliah Pengkajian Puisi. Tugas ini adalah tugas
menganalisis puisi menurut Roman Ingardien, yaitu untuk menganalisis lapis demi
lapis dalam puisi sehingga makna sebenarnya dari sebuah puisi yang ingin
disampaikan pada pengarang dapat diterima oleh pembaca.
Hari selasa aku bangun terlambat sekali sekitar jam 9 lebih,
karena malamnya aku bergadang untuk menyelesaikan proposal pengajuan dana. Aku mendapat
sms dari ayu untuk segera ke kosannya untuk mengerjakan tugas pengkajian puisi.
Saat aku sampai di kosannya, arum sedang bersiap untuk sshalat dzuhur, karena
aku sedang berhalangan jadi aku tidak shalat. Aku langsung saja tiduran dikasur
sambil menunggu ayu dan melihat arum
shalat. Tidak berapa lama, ayu pun datang dengan sop buah di tangannya. Harga sop
buah itu 11rb rupiah, wah wah wah mahal sekali ya, tapi sepadan kok dengan
rasanya. Kami lalu memulai diskusi, untuk lapis pertama, dikerjakan oleh ayu
dan arum, aku hanya menulis ulang puisi tersebut pada selembar kertas, tak lama
aku mendapat pesan untuk menjemput ryan, setelah aku menyelesaikan tulisanku
aku pun langsung meluncur ke rumah ryan.
Sebelum pergi, arum minta dibelikan tisu basah di BK, setelah
menerima uang dari arum, dan meminjam tas kecil milik ayu, aku pun meluncur. Sesampainya
kembali aku dikosan ayu, aku mulai mengerjakan lapis kedua yaitu lapis arti,
sekarang ini giliran aku untuk mengetik. Awalnya kita membagi tugas, arum
mengartikan bait pertama dan kedua, aku bait ketiga dan keempat sedangkan ayu
mengartikan bait kelima. Tak lama, kami merasa sangat sulit mengerjakan jika
tidak langsung ditulis, akhirnya arum yang membacakan arti dan aku yang
mengetik, ayu sedang buang air besar. Tak lama, ayu kembali dengan keluhannya
ingin jajan, dia merajuk ingin beli makanan ringan yang rasa keju, karena dari
kita bertiga ga ada yang mau gerak, akhirnya ayu lah yang bergerak untuk pergi
membeli jajanan, aku dan arum masih sibuk mengartikan puisi.
Ayu kembali dengan tiga bungkus chiki berukuran besar,
waauu.. kami pun saling mendiskusikan arti puisi dan tentu saja, sambil ngemil.
Lalu tidak lama, ayu bilang “Pake nasi, enak ya” aku pun langsung mengambil
nasi yang memang pada saat itu posisiku lebih dekat dengan magic com. Makan nasi
dengan chiki terasa sangat nikmat sekali pada saat itu, mungkin karena kita
memang sedang lapar.
Hari pun semakin sore dan kita baru mengerjakan sampai lapis
ketiga, itupun baru pada bagian objeknya saja. Arum ada acara yang harus
dihadiri, jadi pada pukul setengah empat sore, kita sudahin dulu kerja
kelompoknya, dan akan dilanjut keesokan harinya.
Syukurlah, karena pada saat itu aku sudah muak sekali dengan
mulutnya ayu, aku selalu saja dibully haha… begitu lah susahnya jadi cewe polos
dan lugu, selalu saja dibuli.
Keesokan harinya, pagi-pagi aku bbm ayu untuk menanyakan
tugas puisi, karena hari ini kuliah libur, tapi ayu super sibuk (katanya sih
orang penting) jadi kita menunggu arum yang katanya juga balik ke pwt sore. Bersambung….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar